Setelah beberapa tahun dinobatkan sebagai perusahaan paling inovatif di dunia, Apple akan segera merilis produk teranyarnya “Ipad”. Sebuah produk yang bisa menurut Sang Inovator Steve Job, yaitu mengisi ruang diantara smartphone dan netbook. Ruang itulah yang mungkin bisa dikatakan gabungan dari ketidaksempurnaan produk Smartphone dan netbook. Sebuah perangkat dimana dikategori tersebut harus lebih baik dari keduanya dalam melakukan beberapa hal, seperti browsing web, mengelola e-mail, menikmati foto, video, dan musik, memainkan game, serta membaca e-book. Intinya, lebih baik daripada netbook dan lebih baik daripada smartphone.
Mari kita menilik sejenak ke jaman dimana orang tua kita hidup tahun 60-an. Pada tahun itu mikrofon itu berat, besar dan berkabel. Bagi banyak orang mikrofon itu sudah sangat bagus dan sempurna. Tetapi tidak bagi sebagian kecil orang-orang yang menginginkan sesuatu yang lebih sempurna, karena mereka melihat bahwa saat digunakan cukup lama mikrofon itu terasa berat, belum lagi kabelnya yang menyulitkan penyanyi untuk bergerak, serta masih banyak kekurangan lainnya yang didapati. Kemudian muncullah produk baru, sebuah mikrofon yang ringan tanpa kabel (wireless). Bagi banyak orang produk itu sudah paling mutakhir, enak dibawa kemana-manaa dan simpel. Lalu kesulitan mulai dialami oleh pembawa acara televisi, radio dan seminar. Mereke menginginkan mikrofon yang lebih ringan lagi, bahkan yang bisa digantungkan di telinga mereka, yang suaranya nyaring dan tidak berbunyi kasar. Oleh karena itu, muncullah mikrofon yang berbentuk melingkar, kecil dan bisa ditempel di baju, krah dan lain sebagainya. Mikrofon tersebut tampak sempurna bukan?Tetapi, apakah kita sekarang sudah tidak menemukan kesulitan lagi?Sang kreator dan inovator pasti berpikir bahwa itu masih tidak sempurna.
Sang kreator dan inovator memang sangat dinobatkan untuk Apple. Inc. Memikirkan sesuatu untuk mengisi diantara Smartphone dan Netbook itu rupanya sudah dilakukan bertahun-tahun, Mungkinkah cuma Apple yang memikirkannya?Atau tercepat merealisasikannya. Pastinya Apple telah melakukan keduanya dengan baik. Hal ini ditandai dengan habisnya quota penjualan pada saat launching di awal tahun ini di San Fransisco. Para pencinta produk Apple yang tidak kebagian pun akhirnya harus rela menunggu hingga awal April untuk mendapatkan produk idamannya.
Saya mendambakan mindset Abdi Negara yang notabene Pelayan Masyarakat untuk selalu mencari terobosan baru serta menciptakan sesuatu yang baru demi memuaskan pelanggannya yaitu masyarakat. Setidaknya hal itu bisa dimulai dari tugas pokok dan fungsi masing-masing dimana kita bertugas. Memulai tidak harus dari yang besar-besar bukan?Dari yang kecil dan dimulai sekarang juga, maka daya saingpun pastinya akan meningkat. Do your best now !

